Rabu, 23 September 2015
BIJAK MENANGGAPI SITUS SYIAH DAN WAHHABI
Termasuk keadilan yang sangat utama adalah mengatakan kebenaran sebagai kebenaran dan menerimanya. Dari manapun datangnya.
dan alasan apa pula yang akan saya gunakan untuk menolak tulisan-tulisan para ustad wahhabi dalam membongkar kesesatan syi'ah
Jumat, 31 Juli 2015
DIALOG DENGAN WAHABI SEASON I,MASALAH TAHLILAN 3,7,100,1000 HARI
MAK JLEBBBBBN
WAHABI: “Anda harus meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan ke 1000. Kalau tidak, Anda akan masuk neraka!”
SUNNI: “Apa alasan Anda mewajibkan kami meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan 1000?”
WAHABI: “Karena itu tasyabbuh dengan orang-orang Hindu. Mereka orang kafir. Tasyabbuh dengan kafir berarti kafir pula!”
SUNNI: “Owh, itu karena Anda baru belajar ilmu agama. Coba Anda belajar di pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah, Anda tidak akan bertindak sekasar ini. Anda pasti malu dengan tindakan Anda yang kasar dan sangat tidak Islami. Ingat, Islam itu mengedepankan akhlaqul karimah, budi pekerti yang mulia. Bukan sikap kasar seperti Anda.”
WAHABI: “Kalau begitu, menurut Anda acara Tahlilan dalam hari-hari tersebut bagaimana?”
SUNNI: “Justru acara dzikir Tahlilan pada hari-hari tersebut hukumnya sunnah, agar kita berbeda dengan Hindu.”
WAHABI: “Mana dalilnya? Bukankah pada hari-hari tersebut orang-orang Hindu melakukan kesyirikan!?”
SUNNI: “Justru karena pada hari-hari tersebut, orang Hindu melakukan kesyirikan dan kemaksiatan, kita lawan mereka dengan melakukan kebajikan, dzikir bersama kepada Allah Swt. dengan Tahlilan. Dalam kitab-kitab hadits diterangkan
bahwa Rasulullah Saw. bersabda:“Orang yang berdzikir kepada Allah di antarakaum yang lalai kepada Allah, sederajat dengan orang yang sabar di antara kaum yang melarikan diri dari medan peperangan.”(HR. ath-Thabarani dalamal-Mu’jam al-Kabirno. 9797 danal-Mu’jam al-Ausathno. 271. Al-Hafidz as-Suyuthi menilai hadits tersebut shahih dalamal-Jami’ ash-Shaghirno. 4310).
Dalam acara tahlilan selama 7 hari kematian, kaum Muslimin berdzikir kepada Allah, ketika pada hari-hari tersebut orang Hindu melakukan sekian banyak kemungkaran. Betapa indah dan mulianya tradisi Tahlilan itu.
WAHABI: “Saya tidak menerima alasan dan dalil Anda. Bagaimanapun dengan Tahlilan pada 7 hari kematian, hari ke 40, 100 dan 1000, kalian berarti menyerupai atau tasyabbuh dengan Hindu, dan itu tidak boleh!”
SUNNI: “Itu karena Anda tidak mengerti maksud tasyabbuh. Tasyabbuh itu bisa terjadi, apabila perbuatan yang dilakukan oleh kaum Muslimin pada hari-hari tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh orang Hindu. Kaum Muslimin Tahlilan. Orang Hindu jelas tidak Tahlilan. Ini kan beda.”
WAHABI: “Tapi penentuan waktunya kan sama!?”
SUNNI: “Ya ini, karena Anda baru belajar ilmu agama. Kesimpulan hukum seperti Anda, yang mudah mengkafirkan orang karena kesamaan soal waktu, bisaberakibat mengkafirkan Rasulullah Saw.”
WAHABI: “Kok bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah!?”
SUNNI: “Anda harus tahu, bahwa kesamaan waktu itu tidak menjadi masalah, selama perbuatannya beda. Coba Anda perhatikan hadits ini
Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw.selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda:“Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.”(HR. Ahmad no. 26750,an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Dalam hadits di atas jelas sekali, karena pada hari Sabtu dan Ahad, kaum Musyrik menjadikannya hari raya. Maka Rasulullah Saw. menyelisihi mereka denganberpuasa. Sama dengan kaum Muslimin Indonesia. Karena orang Hindu mengisi hari-hari yang Anda sebutkan dengan kesyirikan dan kemaksiatan, yang merupakan penghinaan kepada si mati, maka kaum Muslimin mengisinya dengan dzikir Tahlilan sebagai penghormatan kepada si mati.
WAHABI: “Owh, iya ya.”
SUNNI: “Saya ingin tanya, Anda tahu dari mana bahwa hari-hari tersebut, asalnya dari Hindu?”
WAHABI: “Ya, baca kitab Weda, kitab sucinya Hindu.”
SUNNI: “Alhamdulillah, kami kaum Sunni tidak pernah baca kitab Weda.”
WAHABI: “Awal mulanya sih, ada muallaf asal Hindu, yang menjelaskan masalah di atas. Sering kami undang ceramah pengajian kami. Akhirnya kami lihat Weda.”
SUNNI: “Itu kesalahan Anda, orang Wahabi, yang lebih senang belajar agama kepada muallaf dan gengsi belajar agama kepada para kyai pesantren yang berilmu. Jelas, ini termasuk bid’ah tercela.”
WAHABI: “Terima kasih ilmunya.”
SUNNI: “Anda dan golongan Anda tidak melakukan Tahlilan, silakan. Bagi kami tidak ada persoalan. Tapi jangan coba-coba menyalahkan kami yang mengadakan dzikir Tahlilan.”
💦💦 LURUSKAN AKIDAH, TEGAKKAN SUNNAH, JAUHI BID'AH AKIDAH 💦💦
🔊silahkan share pada sahabat dan saudara kita,
demi terwujudnya gerakan INDONESIA BEBAS SYIAH DAN WAHABI
gabung bersama kami, untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita,,,
BEBASKAN AKIDAH KITA DARI ISLAM SYIRIK BERTOPENG TAUHID
WA groub
🌺🍀 الحرمين الشريفين🍀🌺
admin:
Al-fadal: +6288999114884
WAHABI: “Anda harus meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan ke 1000. Kalau tidak, Anda akan masuk neraka!”
SUNNI: “Apa alasan Anda mewajibkan kami meninggalkan Tahlilan 7 hari, hari ke 40, 100 dan 1000?”
WAHABI: “Karena itu tasyabbuh dengan orang-orang Hindu. Mereka orang kafir. Tasyabbuh dengan kafir berarti kafir pula!”
SUNNI: “Owh, itu karena Anda baru belajar ilmu agama. Coba Anda belajar di pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah, Anda tidak akan bertindak sekasar ini. Anda pasti malu dengan tindakan Anda yang kasar dan sangat tidak Islami. Ingat, Islam itu mengedepankan akhlaqul karimah, budi pekerti yang mulia. Bukan sikap kasar seperti Anda.”
WAHABI: “Kalau begitu, menurut Anda acara Tahlilan dalam hari-hari tersebut bagaimana?”
SUNNI: “Justru acara dzikir Tahlilan pada hari-hari tersebut hukumnya sunnah, agar kita berbeda dengan Hindu.”
WAHABI: “Mana dalilnya? Bukankah pada hari-hari tersebut orang-orang Hindu melakukan kesyirikan!?”
SUNNI: “Justru karena pada hari-hari tersebut, orang Hindu melakukan kesyirikan dan kemaksiatan, kita lawan mereka dengan melakukan kebajikan, dzikir bersama kepada Allah Swt. dengan Tahlilan. Dalam kitab-kitab hadits diterangkan
:عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم:ذَاكِرُ اللهِ فِي الْغَافِلِيْنَ بِمَنْزِلَةِ الصَّابِرِ فِي الْفَارِّيْنَ.
Dari Ibnu Mas’ud Ra.
bahwa Rasulullah Saw. bersabda:“Orang yang berdzikir kepada Allah di antarakaum yang lalai kepada Allah, sederajat dengan orang yang sabar di antara kaum yang melarikan diri dari medan peperangan.”(HR. ath-Thabarani dalamal-Mu’jam al-Kabirno. 9797 danal-Mu’jam al-Ausathno. 271. Al-Hafidz as-Suyuthi menilai hadits tersebut shahih dalamal-Jami’ ash-Shaghirno. 4310).
Dalam acara tahlilan selama 7 hari kematian, kaum Muslimin berdzikir kepada Allah, ketika pada hari-hari tersebut orang Hindu melakukan sekian banyak kemungkaran. Betapa indah dan mulianya tradisi Tahlilan itu.
WAHABI: “Saya tidak menerima alasan dan dalil Anda. Bagaimanapun dengan Tahlilan pada 7 hari kematian, hari ke 40, 100 dan 1000, kalian berarti menyerupai atau tasyabbuh dengan Hindu, dan itu tidak boleh!”
SUNNI: “Itu karena Anda tidak mengerti maksud tasyabbuh. Tasyabbuh itu bisa terjadi, apabila perbuatan yang dilakukan oleh kaum Muslimin pada hari-hari tersebut persis dengan apa yang dilakukan oleh orang Hindu. Kaum Muslimin Tahlilan. Orang Hindu jelas tidak Tahlilan. Ini kan beda.”
WAHABI: “Tapi penentuan waktunya kan sama!?”
SUNNI: “Ya ini, karena Anda baru belajar ilmu agama. Kesimpulan hukum seperti Anda, yang mudah mengkafirkan orang karena kesamaan soal waktu, bisaberakibat mengkafirkan Rasulullah Saw.”
WAHABI: “Kok bisa berakibat mengkafirkan Rasulullah!?”
SUNNI: “Anda harus tahu, bahwa kesamaan waktu itu tidak menjadi masalah, selama perbuatannya beda. Coba Anda perhatikan hadits ini
:عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ يَوْمَ السَّبْتِ وَيَوْمَ اْلأَحَدِ أَكْثَرَ مِمَّا يَصُومُ مِنْ اْلأَيَّامِ وَيَقُولُ إِنَّهُمَا عِيدَا الْمُشْرِكِينَ فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُخَالِفَهُمْ.
Ummu Salamah Ra. berkata: “Rasulullah Saw.selalu berpuasa pada hari Sabtu dan Ahad, melebihi puasa pada hari-hari yang lain. Beliau Saw. bersabda:“Dua hari itu adalah hari raya orang-orang Musyrik, aku senang menyelisihi mereka.”(HR. Ahmad no. 26750,an-Nasa’i juz 2 halaman 146, dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban).
Dalam hadits di atas jelas sekali, karena pada hari Sabtu dan Ahad, kaum Musyrik menjadikannya hari raya. Maka Rasulullah Saw. menyelisihi mereka denganberpuasa. Sama dengan kaum Muslimin Indonesia. Karena orang Hindu mengisi hari-hari yang Anda sebutkan dengan kesyirikan dan kemaksiatan, yang merupakan penghinaan kepada si mati, maka kaum Muslimin mengisinya dengan dzikir Tahlilan sebagai penghormatan kepada si mati.
WAHABI: “Owh, iya ya.”
SUNNI: “Saya ingin tanya, Anda tahu dari mana bahwa hari-hari tersebut, asalnya dari Hindu?”
WAHABI: “Ya, baca kitab Weda, kitab sucinya Hindu.”
SUNNI: “Alhamdulillah, kami kaum Sunni tidak pernah baca kitab Weda.”
WAHABI: “Awal mulanya sih, ada muallaf asal Hindu, yang menjelaskan masalah di atas. Sering kami undang ceramah pengajian kami. Akhirnya kami lihat Weda.”
SUNNI: “Itu kesalahan Anda, orang Wahabi, yang lebih senang belajar agama kepada muallaf dan gengsi belajar agama kepada para kyai pesantren yang berilmu. Jelas, ini termasuk bid’ah tercela.”
WAHABI: “Terima kasih ilmunya.”
SUNNI: “Anda dan golongan Anda tidak melakukan Tahlilan, silakan. Bagi kami tidak ada persoalan. Tapi jangan coba-coba menyalahkan kami yang mengadakan dzikir Tahlilan.”
💦💦 LURUSKAN AKIDAH, TEGAKKAN SUNNAH, JAUHI BID'AH AKIDAH 💦💦
🔊silahkan share pada sahabat dan saudara kita,
demi terwujudnya gerakan INDONESIA BEBAS SYIAH DAN WAHABI
gabung bersama kami, untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita,,,
BEBASKAN AKIDAH KITA DARI ISLAM SYIRIK BERTOPENG TAUHID
WA groub
🌺🍀 الحرمين الشريفين🍀🌺
admin:
Al-fadal: +6288999114884
Rabu, 22 Juli 2015
WAHABI VS SYETAN
Syaikh Mutawalli Asy-Sya'rawi (Mufassir Agung Al-Azhar, Mesir, wafat tahun 1998) pernah bertanya kepada seorang pemuda Wahhabi yang berhaluan keras dan suka mengkafirkan,
"Apakah mengebom sebuah klub malam di negara Muslim itu halal atau
haram?"
Dia menjawab, "Tentu saja halal, membunuh mereka ituboleh.
"Syaikh bertanya lagi, "Jika seandainya anda membunuh mereka, sedangkan mereka bermaksiat kepada Allah, kemana mereka akan ditempatkan?"
Pemuda itu menjawab, "Tentu di neraka."
Syaikh bertanya pula, "Kemana setan menjerumuskan mereka?" Dia menjawab,
"Tentu saja ke neraka!"
Syaikh berkata, "Jika demikian anda dan setan memiliki tujuan yang sama, yaitu memasukan manusia ke neraka."
Syaikh lalu menyebutkan sebuah Hadits, "Ketika ada mayat seorang Yahudi lewat di hadapan Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, beliau lalu menangis. Para sahabat bertanya mengapa beliau menangis, dijawab, "Telah lolos dariku satu jiwa dan ia masuk ke dalam neraka."Syaikh berkata lagi, "Perhatikan perbedaan kalian dengan Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam yang berusaha memberi petunjuk dan menjauhkan mereka dari neraka. Kalian berada di satu lembah sedangkan Nabi berada di lembah lain."
Pemuda itu hanya diam membisu mendengarnya.
MajelisHabib Ahmad Kazim Al-Kaff
LURUSKAN AKIDAH, TEGAKKAN SUNNAH, JAUHI BID'AH AKIDAH
silahkan share pada sahabat dan saudara kita,
demi terwujudnya gerakan INDONESIA BEBAS SYIAH DAN WAHABI
gabung bersama kami, untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita,,,
BEBASKAN AKIDAH KITA DARI ISLAM SYIRIK BERTOPENG TAUHID
WA groub
الحرمين الشريفين
admin:
Al-fadal: +6288999114884
haram?"
Dia menjawab, "Tentu saja halal, membunuh mereka ituboleh.
"Syaikh bertanya lagi, "Jika seandainya anda membunuh mereka, sedangkan mereka bermaksiat kepada Allah, kemana mereka akan ditempatkan?"
Pemuda itu menjawab, "Tentu di neraka."
Syaikh bertanya pula, "Kemana setan menjerumuskan mereka?" Dia menjawab,
"Tentu saja ke neraka!"
Syaikh berkata, "Jika demikian anda dan setan memiliki tujuan yang sama, yaitu memasukan manusia ke neraka."
Syaikh lalu menyebutkan sebuah Hadits, "Ketika ada mayat seorang Yahudi lewat di hadapan Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam, beliau lalu menangis. Para sahabat bertanya mengapa beliau menangis, dijawab, "Telah lolos dariku satu jiwa dan ia masuk ke dalam neraka."Syaikh berkata lagi, "Perhatikan perbedaan kalian dengan Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam yang berusaha memberi petunjuk dan menjauhkan mereka dari neraka. Kalian berada di satu lembah sedangkan Nabi berada di lembah lain."
Pemuda itu hanya diam membisu mendengarnya.
MajelisHabib Ahmad Kazim Al-Kaff
LURUSKAN AKIDAH, TEGAKKAN SUNNAH, JAUHI BID'AH AKIDAH
silahkan share pada sahabat dan saudara kita,
demi terwujudnya gerakan INDONESIA BEBAS SYIAH DAN WAHABI
gabung bersama kami, untuk memperbaiki akhlak dan akidah kita,,,
BEBASKAN AKIDAH KITA DARI ISLAM SYIRIK BERTOPENG TAUHID
WA groub
الحرمين الشريفين
admin:
Al-fadal: +6288999114884
NASEHAT TAKFIR WAHABI
KHUSUS AHLI TUDUH
Anda-anda tak MAU henti mengatakan amalan muslim lainya yang tidak sefaham dengan anda dengan tuduhan seperti TAHLILAN, MAULIDAN, YASIANAN, SOLAWATAN, ZIARAH KUBUR, TAWASULAN dsb dengan tuduhan BID'AH, SESAT, SYIRIK, KAFIR , MUSYRIK dsb.
baca dulu cerita Rosul jika kaliam mengaku umat rosul.refrensi (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 danhadits yang sama no.159) & (Shahih Muslim Bab 41 no.160).
Anda-anda tak MAU henti mengatakan amalan muslim lainya yang tidak sefaham dengan anda dengan tuduhan seperti TAHLILAN, MAULIDAN, YASIANAN, SOLAWATAN, ZIARAH KUBUR, TAWASULAN dsb dengan tuduhan BID'AH, SESAT, SYIRIK, KAFIR , MUSYRIK dsb.
baca dulu cerita Rosul jika kaliam mengaku umat rosul.refrensi (Shahih Muslim Bab 41 no. 158 danhadits yang sama no.159) & (Shahih Muslim Bab 41 no.160).
Sebagaimana Rasul saw
murka kepada Usamah bin Zeyd ra yang membunuh seorang pimpinan Laskar
Kafir yang telah terjatuh pedangnya, lalu dengan wajahtak serius ia
mengucap syahadat, lalu Usamah membunuhnya,!betapa murkanya Rasul saw
saat mendengar kabar itu.., seraya bersabda : APAKAH KAU MEMBUNUHNYA
PADAHAL IA MENGATAKAN LAA ILAAHA ILLALLAH..?!!,lalu Usamah ra berkata:
Kafir itu hanya bermaksud ingin menyelamatkan diri Wahai
Rasulullah..,maka beliau saw bangkit dari duduknya dengan wajah merah
padam dan membentak : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI
HATINYA??!!!,lalu Rasul saw maju mendekati Usamah dan mengulangi
ucapannya : APAKAH KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI
HATINYA??!!!,Usamah ra mundur dan Rasul saw terus mengulanginya : APAKAH
KAU BELAH SANUBARINYA HINGGA KAU TAHU ISI HATINYA??!!!,hingga Usamah ra
berkata : Demi Allah dengan peristiwa ini aku merasa alangkah indahnya
bila aku baru masuk islam hari ini..(maksudnyatak pernah berbuat
kesalahan seperti ini dalam keislamanku). (Shahih Muslim Bab 41 no. 158
dan hadits yang sama no.159)
Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah,maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..?!,Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat ku angkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah..,Rasul saw menjawab : LALU KAU MEMBUNUHNYA..?!!,
Usamah ra menjawab : benar ,
maka Rasulullah saw berkata : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!,
maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah??,
Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!,
danbeliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160)
.KESIMPULANNYA ADALAH:KITA TAK BISA MENILAI ORANG YANG BERBUAT APAPUN DENGAN TUDUHAN SEMISAL SYIRIK, BID’AH, SESAT, TIDAK BISA DITUDUHKAN KEPADA SIAPAPUN TERKECUALI DENGAN KESAKSIAN LIDAHNYA. HATI-HATILAH DENGAN UCAPAN DENGAN TUDUHAN SYIRIK, BID’AH, SESAT, KAFIR APA LAGI KE SSESAMA MUSLIM..!!!
dan hadits yang sama no.159)
Dan juga dari peristiwa yang sama dengan riwayat yang lain, bahwa Usamah bin Zeyd ra membunuh seorang kafir yang kejam setelah kafir jahat itu mengucap Laa Ilaaha Illallah,maka Rasul saw memanggilnya dan bertanya : MENGAPA KAU MEMBUNUHNYA..?!,Usamah menjawab : Yaa Rasulullah, ia telah membunuh fulan dan fulan, dan membantai muslimin, lalu saat ku angkat pedangku kewajahnya maka ia mengatakan Laa Ilaaha illallah..,Rasul saw menjawab : LALU KAU MEMBUNUHNYA..?!!,
Usamah ra menjawab : benar ,
maka Rasulullah saw berkata : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!,
maka Usamah berkata : Mohonkan pengampunan bagiku Wahai Rasulullah??,
Rasul saw menjawab dengan ucapan yang sama : APA YANG AKAN KAU PERBUAT DENGAN LAA ILAAHA ILLLALLAH BILA TELAH DATANG HARI KIAMAT..?!!!,
danbeliau terus mengulang ulangnya.. (Shahih Muslim Bab 41 no.160)
.KESIMPULANNYA ADALAH:KITA TAK BISA MENILAI ORANG YANG BERBUAT APAPUN DENGAN TUDUHAN SEMISAL SYIRIK, BID’AH, SESAT, TIDAK BISA DITUDUHKAN KEPADA SIAPAPUN TERKECUALI DENGAN KESAKSIAN LIDAHNYA. HATI-HATILAH DENGAN UCAPAN DENGAN TUDUHAN SYIRIK, BID’AH, SESAT, KAFIR APA LAGI KE SSESAMA MUSLIM..!!!
MASUK WAHABI???? SYAHADAT DULU..... KARENA ANDA DULUNYA KAFIR
“Jika ada orang mau masuk Islam (versi Salafi Wahabi) atau menegaskan
keislamannya, maka sesudah orang itu mengucapkan dua kalimat syahadat,
Syeikh Ibnu Abdul Wahhab berkata:Bersaksilah atas dirimu bahwa kamu
sebelumnya kafir, bersaksilah atas kedua orang tuamu bahwa keduanya mati
dalam keadaan kafir, bersaksilah atas Fulan dan Fulan – mereka (wahabi)
rujukan itu kepada para ulama besar terdahulu – bahwa mereka semua
orang-orang kafir.’ Jika orang yang mau masuk Islam setuju dengan
kesaksian seperti itu, Syeikh Ibnul Abd Wahhab menerima keislamannya.
Namun jika tidak, Syeikh memerintahkan para pengikutnya untuk
membunuhnya. Mereka secara terang-terangan telah mengkafirkan umat
Islam.” (Ahmad Zaini Dahlan, Khulashah Al-Karim fi Bayan Umara Al-Balad
Al-Haram, jilid 2: 227)
Kesaksian Syeikh Ahmad Zaini Dahlan ini bukan tuduhan kosong tanpa
bukti. Sebab Ibnu Abdul Wahhab sendiri dalam kumpulan makalahnya,
Ad-Durar As-Saniyyah, menyatakan bahwa setiap orang Islam yang akan
masuk dalam dakwah Wahabi harus mengatakan dirinya dahulu adalah kafir
dan orang tuanya mati dalam keadaan kafir. Jika tidak mau mengakui itu,
maka dia akan dibunuh dan hartanya menjadi Fa’i bagi kaumSalafi Wahabi.
(Ad-Durar As-Saniyyah, jilid 10: 143)
Dia juga menyatakan dalam kumpulan risalahnya itu:“Betapa indahnya apa yang diucapkan oleh salah seorang Badui ketika datang kepada kami dan mendengar sedikit tentang Islam. Si Badui itu berkata, “Aku bersaksi bahwa kami adalah orang-orang kafir – yakni dirinya dan semua orang-orang Badui-, dan aku bersaksi bahwa guru yang menyatakan kami adalah orang Islam, dia juga kafir.” (Lihat Muhammad bin Abd Wahab, Ad-Durar As-Saniyyah, jilid 8: 119)
begitupun syi'ah... mereka mrngkafirkan kita dan para sahabat.
jadi intinya SYI'AH DAN WAHABI BAGAI TAI DI BELAH DUA.
Dia juga menyatakan dalam kumpulan risalahnya itu:“Betapa indahnya apa yang diucapkan oleh salah seorang Badui ketika datang kepada kami dan mendengar sedikit tentang Islam. Si Badui itu berkata, “Aku bersaksi bahwa kami adalah orang-orang kafir – yakni dirinya dan semua orang-orang Badui-, dan aku bersaksi bahwa guru yang menyatakan kami adalah orang Islam, dia juga kafir.” (Lihat Muhammad bin Abd Wahab, Ad-Durar As-Saniyyah, jilid 8: 119)
begitupun syi'ah... mereka mrngkafirkan kita dan para sahabat.
jadi intinya SYI'AH DAN WAHABI BAGAI TAI DI BELAH DUA.
Selasa, 21 Juli 2015
FAIZAL AHMED DEEDAD MENJAWAB KEBUSUKAN OTAK WAHABI
FAIZAL AHMED DEEDAD AL-BANJARY, MENJAWAB_KEBUSUKAN_OTAK_WAHABI.
WAHABI BERKATA:
WAHABI BERKATA:
Wahai akhi aswaja…
tidakkah lu tahu bahwasanya mauludan itu mengakibatkan banyak kemudhorotan??!, diantaranya :-
Pertama: Tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masih diperselisihkan, akan tetapi hampir merupakan kesepakatan para ulama bahwasanya Nabi meninggal pada tanggal 12 Rabi'ul awwal. Oleh karenanya pada hekekatnya perayaan dan bersenang-senang pada tanggal 12 Rabi'ulAwwal merupakan perayaan dan bersenang-senang dengan kematian Nabi-
Kedua: Acara perayaan kelahiran Nabi pada hakekatnya tasyabbuh (meniru-niru) perayaan hari kelahiran Nabi Isa yang dilakukan oleh kaum Nashrani. Padahal Nabi bersabda مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut"-
Ketiga: Kelaziman dari diperbolehkannya merayakan hari kelahiran Nabi adalah diperbolehkan pulamerayakan hari kelahiran Nabi-Nabi yang lain, diantaranya merayakan hari kelahiran Nabi Isa. Jika perkaranya demikian maka sangat dianjurkan bahkan disunnahkan bagi kaum musliminuntuk turut merayakan hari natal bersama kaum Nashrani-
Keempat: Bukankah dalam perayaan maulid Nabi terkadang terdapat kemungkaran, seperti ikhtilat antara para wanita dan lelaki?, bahkan disebagian Negara dilaksanakan acara jogetdengan menggunakan music?, bahkan juga dalam sebagian acara maulid ada nilai khurofatnya dimana sebagian orang meyakini bahwa Nabi ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga ada acara berdiri menyambut kedatangan Nabi. Bahkan dalam sebagian acara maulid dilantunkan syai'ir-sya'ir pujian kepada Nabi yang terkadang berlebih-lebihan dan mengandung unsur kesyirikan-
Kelima: Acara perayaan maulid Nabi ini dijadikan sarana oleh para pelaku maksiat untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi. Sehingga tidak jarang acara perayaan maulid Nabi didukung oleh para artis –yang suka membuka aurot mereka-, dan juga dihadiri oleh para pelaku maksiat. Karenamereka menemukan sarana untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada Nabi yang sesuai dengan selera mereka. Akhirnya sunnah-sunnah Nabi yang asli yang prakteknya merupakan bukti kecintaan yang hakiki kepada Nabipun ditinggalkan oleh mereka. Jika diadakan perayaan maulid Nabi di malam hari maka pada pagi harinya tatkala sholat subuh maka mesjidpun sepi. Hal ini mirip dengan perayaan isroo mi'rooj yang dilakukan dalam rangka mengingat kembali hikmah dari isroo mi'rooj Nabi adalah untuk menerima perintah sholat lima waktu.
Akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang melaksanakanperayaan isroo' mi'rooj yang tidak mengagungkan sholat lima waktu, bahkan tidak sholat sama sekali. Demikian juga perayaan nuzuulul qur'an adalah untuk memperingati hari turunnya Al-Qur'aan akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang semangat melakukan acara nuzulul qur'an ternyata tidak perhatian dengan Al-Qur'an, tidak berusaha menghapal Al-Qur'an, bahkan yang dihafalkan adalah lagu-lagu dan musik-musik yang merupakan seruling syaitan-
Keenam: Kelaziman dari dibolehkannya perayaan maulid Nabi maka berarti dibolehkan juga perayaan-perayaan yang lain seperti perayaan isroo' mi'rooj, perayaan nuzuulul qur'aan dan yang lainnya. Dan hal ini tentu akan membuka peluang untuk merayakan acara-acara yang lain, seperti perayaan hari perang badr, acara memperingati hari perang Uhud, perang Khondaq, acara memperingati Hijrohnya Nabi, acara memperingati hari Fathu Mekah, acara memperingati hari dibangunnya mesjid Quba, dan acara-acara peringatany yang lainnya. Hal ini tentu akan sangat menyibukkan kaum muslimin.
__________________________________________
TANGGAPAN DAN JAWABAN BAGI KAUM JAHILIYAH WAHABI.
PERTAMA: masalah kelahiran....
Riwayt mengatakan tanggal 12 ada yg tanggal 10 ada yg tanggal 5muharrom.
Ketahuilah wahai ummat bodoh.... kami merayakan kelahiran nabi...bukan tanggalnya.... adapun perbedaan pada ulama maka kami tidak mempersalahkan itu.... yg pasti rosululloh pernah lahir.
Apa kalian mau mengingkari kelahirannya???
KEDUA: masalah meniru.
Ketahuilah wahai kaum bodoh.....
kau menuduh kami meniru org nasrani yg merayakan kelahiran isa al masih?
Ketika ada yg mereyakan sesuatu dannitu org kafir lalu kau katakan kami meniru... kami memang sama merayakan kelahiran. Tapi apa kalian g tau apa yg mereka rayakan itu dannyg kami rayakan...? Mereka mereyakan kelahiran tuhan... dan kami bergembira kelahoran nabi muhammad.... mereka berbuat musrik dan kami bergembira atas rahmat alloh.
Bukankah alloh sendiri yg memerintahkan kita bergembira atas rahmatnya.
Cobalah jujur wahai setan najd.... apa nabi muhammad bukan rahmat?
Maka dr itulah kami bergembira.....
KETIGA: jawabannya sama pada nomer dua.... jika natal itu haq merayakan kelahiran isa.... maka kitaharus juga merayakannya.... namun hakekatnya yg mereka rayakan adalah isa putra allah.... anak tuhan.... jd kita berlepas dr kemusrikan itu,dan kami tidak mrnganggap muhammad sebagai anak tuhan . G tau lagi sih klo kalian yg menganggapnya.
KE EMPAT:: itu kan sebagian...... bukan semuanya..... bercampurnya wanita dan perempuan itu yg bagai mana? Apa mereka duduk berdampingan di majlis itu atau gimana? Di situ bukan kholwat yg bisa menimbulkan zinah masal.
Dan menghalalkan music? Musik itu yg bagaimana dan alat yg di haramkan itu yg apa?
Sedangkan ketika pulang dr perang badar rosul tidak melarang budak memukul rebana di atas kepalanya.... ini music juga.... maka salah ini harus ada tarjih dalam hadist dan akan panjang pembahasannya.
Jika anda punya uang 100rb satu satunya di kantong anda, lalu uang itu terbang dan jatuh dalam lumpur, maka yg anda lakukan apa?
Membersihkan lumpurnya apa membakar atau membuang uangnya?
Tentunya klo org waras yg di buang adalah lumpurnya,uangnya di kantongin.
Begitupun juga dengan maulid, jika ada yg melanggar syar'i di situ maka yg di hapus kesalahannya bukan maulidnya.... bahlul bgt ente!!!
Memuji nabi di anggap berlebihan....
Kita harus tau arti berlebihan... berlebihan itu tidak ada dalam suatu obyek tapi di ada adakan.
Atau tidak sesuai dengan obyek tapi di paksakan....
Bukan begitu???
Ketahuilah yg kami baca adalah menyebut ya...rosulalloh, wajah mu indah bak bulan purnama, apa wajah rosululloh seram sehingga inintak pantas bagi rosul dan berkesan berlebihan?
Ya rodululloh... engkaulah makhluk mulia, apa rosululloh itu.manusia bejat sehingga kau katakan ini berlebihan? Jika itu keyakinan hatimu maka katakanlah bahwa rosul bejad.
KE LIMA:
masalah ada org yg membuka aurotnya merayakan maulid ,apakah pantas kita menghujatnya? Bukankah kita di anjurkan untuk mendoakannya.....
Dia merayakan maulidnadalah sebagianntanda bahwa dia ahli iman...
Dia cinta pada sosok nabi muhammad.....
Maka doakanlah dia agar mendapat hidayah...
Bukan malah mencacinya.... allohlah maha pemberi hidayah bukan kalian yg suka menghukumi.
Apakah dengan mengatakan mereka ahli maksiat bukan berarti kalian sudah menyombongkan ibadah kalian...
Ketahuilah wahai kaum jahiliyah..... innalloha alimun bidatissudur....
KE ENAM:
Kita di beri oleh alloh dua hari raya....
Idul fitri dan idul adha.
Bergembiralah pada hari itu.... apa bergembira di luar hari itu tidak boleh??
Larangan larangan yg kau bikin itu bukan berdasarkan nas al-qur'an dan hadist.... tapinitu hasil ijtihad....
Namanya khilafiyah...
Lha lucunya kalian mas'alah khilafiyah di jadikan hukum yg qod'i.
Dr jaman dulu yg namanya ijtihad ya ijtihad... g bisa dinjadikan hukum syar'i yg kuat...
Karena setiap ulama punya ijtihad. Jika benar maka akan mendapatkan 2 pahala kalau salah 1.
Kalian juga harus tau... devinisi dr perayaan isro' ,nuzulul qur'an dan amaliyah yg kalian sebut itu tentang apa? Apa perayaan itu bertujuan untuk zinah masal....???
Ketahuilah wahai kaum jahil.... apa yg kau pikirkan maka itu akan jadi keyakinanmu...
Kau katakan muhmad bejat? Maka itu akan ada iman dalam hatimu.
Kau katakan maulid memperingati lelajiran anak allah? Maka itu akan terjadi pada hatimu.
Semoga alloh memberi hidayah padamu.
Dan jika tidak maka semoga alloh memelihara akidah sesatmu, sehingga nantinya neraka akan terisi dengan lidah lidah dan otak busukmu!!!!
WAHABI BERKATA:
WAHABI BERKATA:
Wahai akhi aswaja…
tidakkah lu tahu bahwasanya mauludan itu mengakibatkan banyak kemudhorotan??!, diantaranya :-
Pertama: Tanggal kelahiran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masih diperselisihkan, akan tetapi hampir merupakan kesepakatan para ulama bahwasanya Nabi meninggal pada tanggal 12 Rabi'ul awwal. Oleh karenanya pada hekekatnya perayaan dan bersenang-senang pada tanggal 12 Rabi'ulAwwal merupakan perayaan dan bersenang-senang dengan kematian Nabi-
Kedua: Acara perayaan kelahiran Nabi pada hakekatnya tasyabbuh (meniru-niru) perayaan hari kelahiran Nabi Isa yang dilakukan oleh kaum Nashrani. Padahal Nabi bersabda مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ "Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk kaum tersebut"-
Ketiga: Kelaziman dari diperbolehkannya merayakan hari kelahiran Nabi adalah diperbolehkan pulamerayakan hari kelahiran Nabi-Nabi yang lain, diantaranya merayakan hari kelahiran Nabi Isa. Jika perkaranya demikian maka sangat dianjurkan bahkan disunnahkan bagi kaum musliminuntuk turut merayakan hari natal bersama kaum Nashrani-
Keempat: Bukankah dalam perayaan maulid Nabi terkadang terdapat kemungkaran, seperti ikhtilat antara para wanita dan lelaki?, bahkan disebagian Negara dilaksanakan acara jogetdengan menggunakan music?, bahkan juga dalam sebagian acara maulid ada nilai khurofatnya dimana sebagian orang meyakini bahwa Nabi ikut hadir dalam acara tersebut, sehingga ada acara berdiri menyambut kedatangan Nabi. Bahkan dalam sebagian acara maulid dilantunkan syai'ir-sya'ir pujian kepada Nabi yang terkadang berlebih-lebihan dan mengandung unsur kesyirikan-
Kelima: Acara perayaan maulid Nabi ini dijadikan sarana oleh para pelaku maksiat untuk menunjukkan kecintaan mereka kepada Nabi. Sehingga tidak jarang acara perayaan maulid Nabi didukung oleh para artis –yang suka membuka aurot mereka-, dan juga dihadiri oleh para pelaku maksiat. Karenamereka menemukan sarana untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada Nabi yang sesuai dengan selera mereka. Akhirnya sunnah-sunnah Nabi yang asli yang prakteknya merupakan bukti kecintaan yang hakiki kepada Nabipun ditinggalkan oleh mereka. Jika diadakan perayaan maulid Nabi di malam hari maka pada pagi harinya tatkala sholat subuh maka mesjidpun sepi. Hal ini mirip dengan perayaan isroo mi'rooj yang dilakukan dalam rangka mengingat kembali hikmah dari isroo mi'rooj Nabi adalah untuk menerima perintah sholat lima waktu.
Akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang melaksanakanperayaan isroo' mi'rooj yang tidak mengagungkan sholat lima waktu, bahkan tidak sholat sama sekali. Demikian juga perayaan nuzuulul qur'an adalah untuk memperingati hari turunnya Al-Qur'aan akan tetapi kenyataannya betapa banyak orang yang semangat melakukan acara nuzulul qur'an ternyata tidak perhatian dengan Al-Qur'an, tidak berusaha menghapal Al-Qur'an, bahkan yang dihafalkan adalah lagu-lagu dan musik-musik yang merupakan seruling syaitan-
Keenam: Kelaziman dari dibolehkannya perayaan maulid Nabi maka berarti dibolehkan juga perayaan-perayaan yang lain seperti perayaan isroo' mi'rooj, perayaan nuzuulul qur'aan dan yang lainnya. Dan hal ini tentu akan membuka peluang untuk merayakan acara-acara yang lain, seperti perayaan hari perang badr, acara memperingati hari perang Uhud, perang Khondaq, acara memperingati Hijrohnya Nabi, acara memperingati hari Fathu Mekah, acara memperingati hari dibangunnya mesjid Quba, dan acara-acara peringatany yang lainnya. Hal ini tentu akan sangat menyibukkan kaum muslimin.
__________________________________________
TANGGAPAN DAN JAWABAN BAGI KAUM JAHILIYAH WAHABI.
PERTAMA: masalah kelahiran....
Riwayt mengatakan tanggal 12 ada yg tanggal 10 ada yg tanggal 5muharrom.
Ketahuilah wahai ummat bodoh.... kami merayakan kelahiran nabi...bukan tanggalnya.... adapun perbedaan pada ulama maka kami tidak mempersalahkan itu.... yg pasti rosululloh pernah lahir.
Apa kalian mau mengingkari kelahirannya???
KEDUA: masalah meniru.
Ketahuilah wahai kaum bodoh.....
kau menuduh kami meniru org nasrani yg merayakan kelahiran isa al masih?
Ketika ada yg mereyakan sesuatu dannitu org kafir lalu kau katakan kami meniru... kami memang sama merayakan kelahiran. Tapi apa kalian g tau apa yg mereka rayakan itu dannyg kami rayakan...? Mereka mereyakan kelahiran tuhan... dan kami bergembira kelahoran nabi muhammad.... mereka berbuat musrik dan kami bergembira atas rahmat alloh.
Bukankah alloh sendiri yg memerintahkan kita bergembira atas rahmatnya.
Cobalah jujur wahai setan najd.... apa nabi muhammad bukan rahmat?
Maka dr itulah kami bergembira.....
KETIGA: jawabannya sama pada nomer dua.... jika natal itu haq merayakan kelahiran isa.... maka kitaharus juga merayakannya.... namun hakekatnya yg mereka rayakan adalah isa putra allah.... anak tuhan.... jd kita berlepas dr kemusrikan itu,dan kami tidak mrnganggap muhammad sebagai anak tuhan . G tau lagi sih klo kalian yg menganggapnya.
KE EMPAT:: itu kan sebagian...... bukan semuanya..... bercampurnya wanita dan perempuan itu yg bagai mana? Apa mereka duduk berdampingan di majlis itu atau gimana? Di situ bukan kholwat yg bisa menimbulkan zinah masal.
Dan menghalalkan music? Musik itu yg bagaimana dan alat yg di haramkan itu yg apa?
Sedangkan ketika pulang dr perang badar rosul tidak melarang budak memukul rebana di atas kepalanya.... ini music juga.... maka salah ini harus ada tarjih dalam hadist dan akan panjang pembahasannya.
Jika anda punya uang 100rb satu satunya di kantong anda, lalu uang itu terbang dan jatuh dalam lumpur, maka yg anda lakukan apa?
Membersihkan lumpurnya apa membakar atau membuang uangnya?
Tentunya klo org waras yg di buang adalah lumpurnya,uangnya di kantongin.
Begitupun juga dengan maulid, jika ada yg melanggar syar'i di situ maka yg di hapus kesalahannya bukan maulidnya.... bahlul bgt ente!!!
Memuji nabi di anggap berlebihan....
Kita harus tau arti berlebihan... berlebihan itu tidak ada dalam suatu obyek tapi di ada adakan.
Atau tidak sesuai dengan obyek tapi di paksakan....
Bukan begitu???
Ketahuilah yg kami baca adalah menyebut ya...rosulalloh, wajah mu indah bak bulan purnama, apa wajah rosululloh seram sehingga inintak pantas bagi rosul dan berkesan berlebihan?
Ya rodululloh... engkaulah makhluk mulia, apa rosululloh itu.manusia bejat sehingga kau katakan ini berlebihan? Jika itu keyakinan hatimu maka katakanlah bahwa rosul bejad.
KE LIMA:
masalah ada org yg membuka aurotnya merayakan maulid ,apakah pantas kita menghujatnya? Bukankah kita di anjurkan untuk mendoakannya.....
Dia merayakan maulidnadalah sebagianntanda bahwa dia ahli iman...
Dia cinta pada sosok nabi muhammad.....
Maka doakanlah dia agar mendapat hidayah...
Bukan malah mencacinya.... allohlah maha pemberi hidayah bukan kalian yg suka menghukumi.
Apakah dengan mengatakan mereka ahli maksiat bukan berarti kalian sudah menyombongkan ibadah kalian...
Ketahuilah wahai kaum jahiliyah..... innalloha alimun bidatissudur....
KE ENAM:
Kita di beri oleh alloh dua hari raya....
Idul fitri dan idul adha.
Bergembiralah pada hari itu.... apa bergembira di luar hari itu tidak boleh??
Larangan larangan yg kau bikin itu bukan berdasarkan nas al-qur'an dan hadist.... tapinitu hasil ijtihad....
Namanya khilafiyah...
Lha lucunya kalian mas'alah khilafiyah di jadikan hukum yg qod'i.
Dr jaman dulu yg namanya ijtihad ya ijtihad... g bisa dinjadikan hukum syar'i yg kuat...
Karena setiap ulama punya ijtihad. Jika benar maka akan mendapatkan 2 pahala kalau salah 1.
Kalian juga harus tau... devinisi dr perayaan isro' ,nuzulul qur'an dan amaliyah yg kalian sebut itu tentang apa? Apa perayaan itu bertujuan untuk zinah masal....???
Ketahuilah wahai kaum jahil.... apa yg kau pikirkan maka itu akan jadi keyakinanmu...
Kau katakan muhmad bejat? Maka itu akan ada iman dalam hatimu.
Kau katakan maulid memperingati lelajiran anak allah? Maka itu akan terjadi pada hatimu.
Semoga alloh memberi hidayah padamu.
Dan jika tidak maka semoga alloh memelihara akidah sesatmu, sehingga nantinya neraka akan terisi dengan lidah lidah dan otak busukmu!!!!
DUA TANDUK SYETAN
SIAPAKAH DUA TANDUK SETAN ITU, APAKAH WAHHABI & SYIAH?
Luthfi Bashori
Umumnya yang namanya tanduk itu berjumlah dua batang, tanduk kanan dan tanduk kiri. seperti tanduk sapi, tanduk kijang, tanduk kerbau, tanduk kambing, dan juga gambaran Tanduk Setan sering kali digambarkan berjumlah dua batang.
Di sisi lain, dalam hadits riwayat Bukhari Nabi SAW tidak mendoakan orang-orang Najed ketika beliau diminta mendoakan mereka. Sebagaimana Sy. Ibnu Umar meriwayatkan bahwa Nabi SAW berdoa: Ya Allah, berkatilah Syam kami dan Yaman kami…!
Mereka berkata: Ya Rasulullah, juga Najed kami…!
Beliau SAW diam tapi kemudian kembali berdoa: Ya Allah, berkatilah Syam kami dan Yaman kami…!
Mereka berkata Ya Rasulullah, juga Najed kami..!
Beliau SAW kemudian menjawab: Dari sana akan muncul kehebohan dan pertikaian, dan dari sana pula akan muncul Tanduk Setan...!
Sy. Ibnu Umar meriwayatkan: Aku melihat Rasulullah SAW menunjuk ke arah timur lalu bersabda: Lihatlah… pertikaian akan muncul dari sana, pertikaian akan muncul dari sana. Dari sanalah akan muncul Tanduk Setan.
Nabi SAW menyebutkan perselisihan dan konflik serta Tanduk Setan akan muncul dari kawasan Najed, yaitu wilayah sebelah timur Hijaz.
Dalam riwayat lain ada tambahan: Di sana (Najed) terdapat sembilan dari sepuluh kejahatan. Di sana terdapat sembilan dari sepuluh kekufuran, dan di sana berjangkit penyakit yang tidak bisa disembuhkan.”
Sedangkan menurut Nabi SAW bahwa orang-orang yang bermukim di wilayah barat (maghrib) akan selalu berada di atas jalan kebenaran hingga datangnya hari Kiamat.
Adapun menurut Imam Al-Khaththabi, yang dimaksud masyriq (arah timur)-nya kota Madinah itu berarti Najed, yang mencakup gurun pasir Irak dan wilayah sekitarnya yaitu kawasan Teluk antara lain Riyadh, Kuwait, Khoibar, Dhahran, dan sebagainya.
Sedangkan Imam Nawawi mengatakan, Najed adalah wilayah yang terletak antara Jurasy (di Yaman) hingga pinggiran kota Kufah (di Irak),
Dalam riwayat lain, Nabi SAW berdoa: Ya Allah, berkati kami di Makkah dan Madinah kami… berkati kami di Syam dan Yaman kami…! Seorang laki-laki berkata: Ya Nabi, juga Irak kami..!” Nabi SAW bersabda: Di Irak akan muncul tanduk setan. Di sana akan muncul pertikaian. Sesungguhnya sifat kasar (al-jafa) akan muncul di Timur.”
Realitanya, bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab sang pendiri Wahhabi adalah penduduk Najed, dan aliran Wahhabi saat ini bisa dikatakan tersentral di Riyadh dan sekitarnya yang termasuk wilayah Najed.
Petiakaian di Timur Tengah, kerap kali terjadi dengan keterlibatan kaum Wahhabi di dalamnya, sedangkan penyakit kelamin semacam AIDS dan semacamnya, sangat rawan bagi para pelaku kawin Mut`ah (kontrak) yang identik dengan ajaran Syiah.
Konon para ulama bermadzhab Hanbali memberontak terhadap Muhammad bin Abdul Wahhab dan mengeluarkan hukum bahwa akidah Muhammad bin Abdul Wahhab (yaitu Aqidah Wahhabiyah) adalah sesat, menyeleweng dan batil. Tokoh pertama yang mengumumkan penentangan terhadapnya adalah ayah Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri, yaitu Syaikh Abdul Wahhab, diikuti oleh sang kakak, yaitu Syaikh Sulaiman bin Abdul Wahhab. Kedua-duanya bermadzhab Hanbali.
Syaikh Sulaiman menulis kitab yang berjudul Assawa‘iqul Ilahiyyah fir Raddi ‘alal Wahabiyyah untuk menentang dan memerangi adiknya. Di samping itu tantangan juga datang dari sepupunya, yaitu Syaikh Abdullah bin Husain, serat Mufti Makkah Sayyid Zaini Dahlan yang mengatakan: Abdul Wahhab ayahnya Muhammad bin Abdul wahab, adalah seorang yang shalih dan merupakan seorang tokoh ahli ilmu, begitulah juga dengan saudaranya yaitu Syaikh Sulaiman.
Sejak Muhammad Abdul Wahhab mengikuti pengajarannya di Madinah al-Munawwarah, maka sang ayah dan kakak ini telah mengetahui pendapat dan pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab yang meragukan.
Bahkan beliau berdua telah mengeritik dan mencela pendapat Muhammad bin Abdul Wahhab, dan beliau berdua juga turut memperingatkan orang banyak mengenai bahaya pemikiran Muhammad bin Abdul Wahhab.” (Zaini Dahlan, al-Futuhat al-Islamiyah, Vol. 2, hal.357).
Sedangkan Syeikh Sulaiman menulis sebagai berikut: Sejak zaman sebelum Imam Ahmad bin Hanbal, yaitu pada zaman Imam Hanafi, Imam Maliki dan Imam Syafi’i, belum pernah ada seorang imam pun yang mengkafirkan umat Islam, atau menvonis mereka dihukumi murtad serta memerintahkan untuk memerangi mereka. Belum pernah ada seorang pun dari para imam, yang menamakan negeri yang dihuni kaum muslimin sebagai negeri syirik dan negeri perang, sebagaimana yang anda katakan sekarang (Wahai Muhammad Abdul Wahhab).
Bahkan lebih jauh lagi, anda mengkafirkan orang yang tidak mengkafirkan perbuatan-perbuatan ini, meskipun dia tidak melakukan nya. Kurang lebih telah berjalan delapan ratus tahun masa para imam itu, namun tidak ada seorang pun dari para ulama kaum Muslimin yang meriwayatkan bahwa mereka (para imam) itu telah mengkafirkan kaum muslimin.
Demi Allah, keharusan dari perkataan anda ini (Wahai Muhammad Abdul Wahhab) ialah anda mengatakan bahwa seluruh umat setelah zaman Imam Ahmad bin Hanbal, baik para ulamanya, para penguasanya dan masyarakatnya semua mereka itu kafir dan murtad, Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un”. (Risalah Arba’ah Qawa’id, Muhammad bin Abdul Wahhab, hal.4).
Adapun salah satu yang dianggap kota suci oleh kaum Syiah Imamiyah adalah kota Karbala yang berada di negeri Irak.
Di Irak juga terdapat goa Samarrak yang diyakini oleh kaum Syiah sebagai tempat persembunyian Imam ke dua belas mereka (Almahdi) hingga kelak datang hari Kiamat. Almahdi versi Syiah ini juga diyakini dialah yang telah membawa sembunyi Alquran yang asli di goa Samarrak ini yang jumlah ayatnya lebih banyak tiga kali lipat dibanding jumlah ayat Alquran milik umat Islam yang beredar sejak jaman shahabat hingga saat ini.
Artinya, kitab suci yang diyakini keasliannya oleh kaum Syiah yang saat ini masih disimpan oleh Imam Mahdi versi Syiah dan dibawa bersembunyi di wilayah Irak itu berjumlah 90 juz, padahal kitab suci Alquran yang diyakini keasliannya oleh umat Islam dan beredar di dunia saat ini berjumlah 30 juz. Jadi ada perbedaan antara kitab suci kaum Syiah yang 90 juz itu dengan kitab suci umat Islam yang berjumlah 30 juz. Karena itu, Syiah dan Islam itu dua agama yang berbeda.
Ternyata Dua Tanduk Setan yang menurut Nabi Muhammad SAW akan muncul di wilayah Najed itu, tidak jauh dari ciri-ciri kaum Wahhabi dan kaum Syiah. Saat ini dunia Islam pun dibuat sibuk dan heboh serta meradang penuh konflik dengan kebangkitan lagi Dua Tanduk Setan di mana-mana, dan tampak menggeliat di tengah-tengah keberadaan umat Islam mainstream.
- See more at: http://www.pejuangislam.com/main.php?prm=karya&var=detail&id=710#sthash.YhXc4cdk.dpuf
Langganan:
Postingan (Atom)


